Rabu, 21/11/2018 09:19 WIB

Akademisi: Indonesia Sebaiknya Tinggalkan Gaya "Obama Care"

Pola Trump Care dianggap cukup efektif, supaya tak memberikan beban anggaran teramat besar kepada negara.

Ada yang menyebut BPJS Kesehatan sebagai riba.

Jakarta – Akademisi Ali Ghufron Mukti menilai Indonesia sebaiknya meninggalkan sistem jaminan kesehatan ala Obama Care. Dan sebagai gantinya, pola Trump Care dianggap cukup efektif, supaya tak memberikan beban anggaran teramat besar kepada negara.

Perlu diketahui, Obama Care merupakan jaminan kesehatan yang dicetuskan pada zaman Barack Obama memimpin Amerika Serikat. Seperti BPJS, sistem ini mewajibkan masyarakat memiliki asuransi kesehatan.

Namun setelah Obama lengser, penggantinya, Trump berupaya mengganti sistem ini menjadi Trump Care. Tidak hanya mengubah nama, Trump Care kelak tidak mewajibkan semua orang memiliki asuransi kesehatan. Opsional. Karena Obama Care dianggap membebani anggaran negara.

“Yang mendekati dengan kita (BPJS, Red) itu Obama Care. Karena itu paketnya komprehensif. Bahkan saking komprehensifnya, semua dijamin,” kata Ghufron pada Jumat (11/5) di Jakarta.

Ghufron mengatakan, sistem Obama Care memakan APBN dalam porsi besar. Buktinya, tahun lalu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan defisit hingga Rp9 triliun.

Selain itu, sistem ini juga kerap menimbulkan persoalan. Di antaranya jaminan ketersediaan obat, hingga infrastruktur yang belum memadai, akibat pembangunan yang belum merata di setiap daerah.

Karena itu, jaminan kesehatan yang effective coverage dinilai lebih tepat. Sehingga manfaat pelayanan yang diterima masyarakat, sesuai dengan yang dijanjikan oleh pemerintah.

“Menurut saya lebih bagus itu effective coverage. Jadi jaminan manfaat pelayanannya efektif. Artinya apa yang tertulis dijanjikan, itu yang didapat,” ujarnya.

Ghufron menambahkan, supaya jaminan kesehatan berlangsung dalam waktu yang panjang serta diterima secara merata oleh masyarakat, pemerintah harus memperhatikan empat hal. Pertama melakukan pembangunan massif di Indonesia bagian timur.

“Kedua, masalah aksesnya. Ketiga, equity. Harus ada jaminan bagi warga bangsa. Keempat, sustainability. Jangan sampai sistem bagus menjadi berhenti atau ada gangguan,” tutur Ghufron.

TAGS : Kesehatan BPJS Trump Obama Ali Ghufron Mukti




TERPOPULER :