Jum'at, 16/11/2018 09:59 WIB

Stres Bikin Cepat Penuaan Otak

keterhubungan antara tingkat stres yang dialami manusia dengan percepatan penuaan otak, yang berpengaruh pada fungsi otak.

Ilustrasi Wanita Stress

Jakarta - Masalah perceraian, kematian dalam keluarga, masalah uang dan masalah kesehatan yang serius tentu akan membuat seseorang stres, dan itu benar-benar mempercepat penuaan otak.

Peneliti dari Universitas California, Sean Hatton dengan menggunakan algoritma baru, ia melihat adanya keterhubungan antara tingkat stres yang dialami manusia dengan percepatan penuaan otak, yang berpengaruh pada fungsi otak.

"Kami menggunakan algoritma baru untuk memprediksi penuaan otak setelah peristiwa kehidupan yang mengerikan - seperti perceraian atau kematian - dan peristiwa kehidupan yang negatif mempercepat penuaan otak sekitar sepertiga dari satu tahun untuk setiap peristiwa," kata penulis utama studi Sean Hatton, ilmuwan proyek di University of California, San Diego.

"Jadi, jika Anda cukup sial untuk memiliki dua masalah serius, itu berarti usia otak Anda yang diprediksi akan menjadi 8 bulan lebih tua," tambahnya.

Namun Hatton mengatakan penelitian lain telah menunjukkan bahwa peristiwa kehidupan yang menekan dapat mempercepat pemendekan telomere. Ini adalah topi di ujung untaian DNA yang melindungi mereka dari kerusakan.Telomere bisa memendekkan usia seseorang.

Dr Daniel Kaufer, kepala neurologi kognitif dan gangguan ingatan di University of North Carolina, Chapel Hill, mengatakan peristiwa kehidupan yang memicu stres dapat meningkatkan peradangan yang meningkatkan penuaan.

Dia mengatakan mungkin itu bukan kejadian itu sendiri yang menyebabkan penuaan, tetapi kecenderungan seseorang terhadap masalah-masalah tersebut.

"Ketika orang bereaksi negatif terhadap peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, mereka sering tidak makan dengan baik atau tidur nyenyak, dan itu dapat berdampak pada otak Anda," kata Kaufer.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 350 pria dengan usia rata-rata 62 tahun. Semua adalah veteran yang bertugas di militer antara 1965 dan 1975. Sekitar 80 persen tidak pernah mengalami situasi pertempuran. Mereka didominasi kulit putih (hampir 88 persen).

TAGS : Penelitian Otak Ilmuan Stres




TERPOPULER :