Rabu, 12/08/2020 14:03 WIB

Cerita Tiga Perempuan Inspiratif Dunia Alami Kesulitan Air Bersih

Menunjukkan realita kehidupan sehari-hari yang terkadang sulit untuk dijalani bagi masyarakat di daerah terpencil.

P&G merilis film dokumenter berjudul The Power of Clean Water.(FOTO : ANDI MARDANA/JURNAS.COM)

Jakarta - Air adalah sumber kehidupan manusia. Sebagian tubuh manusia saja adalah air. Bagaimana jika kebutuhan air bersih untuk konsumsi tidak terpenuhi? Air yang tidak bersih mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan, menyebabkan sakit perut, diare, dan disentri.

Hal ini bukanlah hal mustahil, masih banyak masyarakat di pelosok negeri bahkan di luar negeri krisis air bersih sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka.

Dalam film dokumenter berjudul "The Power of Clear Water" program kerjasama Procter & Gamble (P&G) National Geographic Channel, penonton akan menyaksikan Veronika, siswi berusia 18 tahun di Nusa Tenggara Timur, Indonesia; Antonia, pemilik usaha kecil dan ibu dari dua orang anak di Oaxaca, Meksiko; dan Mary, seorang ibu muda dan juga pekerja kesehatan di daerah pedesaan di Kenya.

Film dokumenter ini menunjukkan realita kehidupan sehari-hari yang terkadang sulit untuk dijalani bagi masyarakat di daerah terpencil, dan bagaimana mimpi para perempuan ini pun tidak jauh berbeda dari kita.

Setiap wanita yang telah lama berjuang demi mendapatkan pasokan air bersih dan mencoba paket P&G Purifier of Water, kini memiliki akses terhadap air bersih untuk keluarga mereka.

Air bersih telah memberikan kesempatan untuk mengatasi keterbatasan di hidup mereka, sebagai hasilnya kini mereka dapat memiliki; kesempatan untuk belajar di sekolah dengan lebih baik, mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga, atau memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang pentingnya air bersih.

Zonal Manager Eastern Zone ChildFund International, Candra Dethan menjelaskan perempuan dan anak-anak perempuan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, menghabiskan setidaknya enam jam setiap hari untuk mengumpulkan air, ini setara dengan 40 miliar jam setiap tahun dikeluarkan hanya untuk mendapatkan air yang aman untuk dikonsumsi.

"Padahal, waktu berharga yang mereka miliki ini dapat dimanfaatkan lebih baik lagi untuk bekerja dan/atau mengenyam pendidikan,” ujar Candra pada jumpa pers di @america, Jakarta, Rabu (4/4).

Sejak program Children’s Safe Drinking Water (CSDW) P&G diperkenalkan dan berjalan di Nusa Tenggara Timur, Veronika salah satu penerima manfaat program tersebut di NTT Kini dapat bersekolah lebih rajin dan memanfaatkan lebih banyak waktu untuk belajar, serta menjadi siswa teladan di kelasnya.

"Sebelumnya setelah pulang sekolah saya harus mencari kayu bakar sehingga saya tidak bisa fokus belajar kalau di rumah karena sudah lelah. Sekarang saya punya waktu banyak untuk belajar," kata Veronika dalam film dokumenter tersebut.

Program CSDW adalah salah satu upaya dan komitmen P&G memberikan pengarahan tentang pentingnya upaya melakukan kebaikan dan juga mendorong pertumbuhan masyarakat di seluruh dunia.

Melalui bantuan dari lebih 150 mitra di seluruh dunia, P&G telah menyediakan lebih dari 13 miliar liter air bersih dan menargetkan 15 miliar liter air bersih pada tahun 2020.

Dengan keahlian P&G dalam pengembangan inovasi dan riset konsumen, para ilmuwan di P&G ‘mengubah’ sistem pengolahan air kotor menjadi air bersih hanya dengan menggunakan inovasi produk sesederhana bubuk Purifier of Water sachet empat gram.

Teknologi ini mudah digunakan; hanya dengan menggunakan ember, sendok, kain dan bubuk P&G Purifier of Water, para keluarga dapat memurnikan 10 liter air kotor, hanya dalam waktu 30 menit. Jumlah ini dianggap memadai untuk asupan air minum bagi lima orang dalam satu keluarga untuk satu hari.

Di Indonesia, program CSDW pertama kali dijalankan tahun 2004 ketika Aceh dilanda bencana tsunami dan telah membantu puluhan ribu keluarga di seluruh Indonesia yang menjadi korban bencana alam seperti di Padang, Yogyakarta, Jakarta, beberapa lokasi di Jawa Tengah, Papua dan sebagainya.

Sejak 2015, P&G Indonesia mengukuhkan komitmennya menyediakan 65 juta liter air bersih kepada lebih dari 8.000 keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kemudian pada 2017, 3.000 keluarga di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat dengan 22 juta liter air bersih.

TAGS : P&G air bersih program masyarakat pelosok




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :