Selasa, 20/11/2018 14:30 WIB

Perang Saudara di Liberia Akhirnya Setelah 15 Tahun

Petugas pemelihara perdamaian PBB berangkat dari Liberia setelah hampir 15 tahun setelah dua perang saudara yang mematikan.

Warga Liberia (foto:google)

Jakarta - Sekjen PBB Antonio Guterres mengucapkan selamat kepada pemerintah Liberia karena telah mengubah wilayahnya terbebas dari krisis dan konflik, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakhiri misinya di negara Afrika barat.

Petugas pemelihara perdamaian PBB berangkat dari Liberia setelah hampir 15 tahun setelah dua perang saudara yang mematikan.

"Sekretaris jenderal memberi selamat kepada rakyat dan pemerintah Liberia atas tekad mereka untuk menghentikan krisis dan konflik," kata sebuah pernyataan atas nama Guterres.

Dia memuji upaya terus pemerintah untuk memastikan perdamaian berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan di Liberia.

Pasukan penjaga perdamaian AS memasuki negara itu pada Oktober 2003 pada akhir perang sipil Liberia kedua antara kelompok pemberontak di utara, satu di selatan dan pemerintah mantan Presiden Charles Taylor.

Perang sipil pertama Liberia, dari 1989 hingga 1997, menyebabkan sekitar 250.000 orang tewas dan yang kedua menewaskan hampir 300.000 jiwa. Setelah perang kedua, konflik tetap ada.

"Sekretaris jenderal mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap 202 pasukan pemelihara perdamaian yang kehilangan nyawa mereka dalam pelayanan damai selama hampir 15 tahun di Liberia. Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua negara yang berkontribusi terhadap pasukan dan polisi," kata pernyataan PBB.

Guterres mengatakan pejabat AS akan tetap berada di Liberia untuk mendukung pemerintah dalam reformasi dan membangun perdamaian.

Awal pekan ini, Amerika Serikat mengumumkan akan mengakhiri status imigrasi yang dilindungi khusus untuk warga Liberia yang telah tinggal di negara itu secara legal selama beberapa dekade.

Amerika Serikat memberi sekitar 4.000 Liberia Status Dilindungi Sementara pada tahun 1991 ketika negara itu dilanda perang saudara pertamanya.

Banyak orang telah tinggal di Amerika Serikat sejak itu. Setelah perang saudara di sana berakhir, Departemen Luar Negeri AS menganggap situasi keamanan di Liberia terlalu berisiko dan memberi status Tunjangan Penundaan Pengangkatan TPS.

Keputusan Presiden Donald Trump mengakhiri status DED untuk warga Liberia dan penerima diberi hingga Sabtu untuk memperoleh bentuk lain status imigrasi hukum, kembali ke negara mereka atau menghadapi deportasi.

TAGS : Liberia Perang Saudara PBB




TERPOPULER :