Selasa, 23/10/2018 14:21 WIB

Pengadilan Myanmar Tolak Jaminan Dua Jurnalis Reuters

Pengadilan memiliki wewenang untuk memberikan jaminan jika dianggap bahwa penahanan mereka telah melanggar hukum.

Jurnalis Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo (foto: BBC)

Jakarta - Pengadilan Myanmar menolak memberikan jaminan kepada dua wartawan Reuters yang dituntut penyebaran dokumen rahasia yang membuatnya terancam hukuman 14 tahun penjara, Kamis (01/02).

Warga negara Myanmar Wa Lone, 31, dan Kyaw Soe Oo, 27, dituduh memiliki dokumen rahasia yang diduga berkaitan dengan tindakan keras militer terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Kampanye di negara bagian Rakhine utara telah memaksa hampir 700.000 muslim Rohingya melewati perbatasan ke Bangladesh sejak Agustus, banyak yang membawa tuduhan pemerkosaan, pembunuhan massal dan pembakaran oleh tentara Myanmar.

"Pengadilan memutuskan untuk tidak memberi mereka jaminan," hakim Ye Lwin mengatakan kepada pengadilan di Yangon atas tuduhan di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial.

Para wartawan, yang telah ditahan sejak Desember lalu, mengatakan bahwa mereka diberi surat kabar oleh dua polisi yang telah mengundang mereka untuk makan malam di pinggiran kota Yangon. Ketika mereka meninggalkan restoran, mereka mengatakan ditangkap bahkan sebelum  sempat melihat dokumen.

Pengadilan memiliki wewenang untuk memberikan jaminan jika dianggap bahwa penahanan mereka telah melanggar hukum. Kelompok hak asasi manusia dan pemeran diplomat serta grandees internasional, termasuk mantan presiden AS Bill Clinton, telah menyerukan pembebasan mereka.

Namun wartawan Reuters tersebut tetap dituntut berdasarkan Undang-Undang Rahasia Resmi Myanmar setelah diduga menerima dokumen rahasia dari polisi.

Keputusan jaminan sangat penting karena dengar pendapat praperadilan diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa bulan sebelum pengadilan memutuskan apakah akan menangani kasus tersebut atau tidak. Keduanya diperkirakan akan tetap dipenjara sepanjang periode tersebut.

"Saya berharap bisa mendapatkannya," istri Wa Lone, Pan Ei Mon, menangis atas keputusan tersebut.

"Saya bahkan membersihkan kamarnya tadi malam untuk mempersiapkannya mendapatkan jaminan," lanjutnya.

Kyaw Soe Oo, dengan borgol, sempat memeluk anak perempuannya yang berusia dua tahun di luar ruang sidang sebelum dibawa pergi oleh polisi.

Reuters mengatakan bahwa pihaknya "kecewa" dengan keputusan pengadilan tersebut namun mengatakan bahwa mereka percaya proses itu akan menunjukkan ketidakbersalahan mereka.

TAGS : Myanmar Reuters Wartawan




TERPOPULER :