Senin, 19/11/2018 12:15 WIB

OKI Gelar Pertemuan Luar Biasa di Turki

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan luar biasa di Turki

Bendera Israel berkibar di depan Kubah masjid Shakhrah dan kota Yerusalem (AFP/Thomas Coex)

Ankara – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan luar biasa di Turki, Rabu (13/12), menyusul penyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pertemuan ini akan dihadiri anggota-anggota OKI, di antaranya Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Palestina, Guinea, Iran, Qatar, Kuwait, Libya, Lebanon, Somalia, Sudan, Togo, Yordania, Djibouti, Malaysia, Pakistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

Selain itu, pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden Republik Turki Siprus Utara, Mustafa Akinci sebagai negara pengamat. Sementara Presiden Venezuela Nicolas Maduro hadir sebagai negara tamu.

Pada Rabu (6/12) Trump mengumumkan secara resemi Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Meski bertentangan dengan resolusi Dewan Keamana Perserikatan Bangsa- Bangsa (DK BBB). Ia mengatakan, "Sudah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel".

Trump juga telah meminta Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk memulai persiapan pemindahan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Keputusan tersebut mendapat reaksi keras dari dunia. Dewan Keamanan PBB, Liga Arab, dan OKI memutuskan untuk mengadakan pertemuan luar biasa.

DK PBB mendesak adanya upaya untuk memajukan proses perdamaian antara Palestina dan Israel. Sementara Menteri Luar Negeri Liga Arab di Kairo menegaskan keputusan Trump tidak sah dan menyerukan Washington membatalkan rencana tersebut.

Presiden Erdogan juga melakukan berbagai pertemuan diplomatik untuk membahas hal ini. Terakhir, Erdogan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin menyatakan keputusan Amerika Serikat membuat situasi di kawasan memburuk dan merusak proses perdamaian Israel-Palestina.

"Keputusan mengenai status Yerusalem seharusnya diambil dari perundingan langsung antara Israel dan Palestina," kata Putin, dilansir Anadolu, Rabu (13/12)

Putin juga menyatakan Rusia akan menghadiri pertemuan OKI sebagai negara pengamat.

TAGS : Yerusalem Turki Israel Amerika Serikat




TERPOPULER :