Sabtu, 26/09/2020 22:22 WIB

Imbas Kebijakan Trump, Hubungan Israel-Turki Memburuk

Hubungan antara Israel dan Turki memburuk setelah para pemimpin mereka saling menghina setelah Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (L) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Sky News)

Jakarta - Hubungan antara Israel dan Turki memburuk setelah para pemimpin mereka saling menghina setelah Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang memperingatkan konsekuensi keputusan Trump, menyebut Israel sebagai negara teroris yang membunuh anak-anak.

"Kami tidak akan meninggalkan Yerusalem kepada negara yang membunuh anak. Israel tidak memiliki nilai selain penjarahan," kata Erdogan dilansir Sky News, Senin (11/12) 

Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membalas dengan menyebut Erdogan seorang pemimpin yang membom penduduk desa Kurdi dan membantu teroris. Demikian disampaikan dalam konferensi pers dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. 

Sejak tahun lalu, hubungan antara Israel dan Turki mulai membaik dengan Israel setuju membayar kompensasi kepada keluarga sembilan orang Turki yang tewas dalam serangan Israel atas sebuah armada yang menuju ke Gaza pada 2010.

Pada Rabu (6/12), pengumuman Trump yang berencana merelokasi kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem dikuti sejumlah aksi unjuk rasa besar-besaran dan bentrokan di wilayah Palestina.

Liga Arab dan banyak negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, menyatakan ketidaksetujuan atas keputusan Trump. Macron meminta mendesak Netanyahu untuk menunjukkan keberaniannya dalam berurusan dengan orang-orang Palestina agar keluar dari kebuntuan tersebut.

Netanyahu memuji keputusan Trump sebagai bersejarah. Ia menjelaskan bahwa Yerusalem selalu menjadi ibu kota kita dan tidak pernah menjadi ibukota orang lain.

Sejak pengumuman Presiden, puluhan ribu orang telah berdemonstrasi di negara-negara Muslim dan Arab, termasuk Yordania, Turki, Pakistan dan Malaysia. Selain itu, aksi unuk rasa juga diadakan di Lebanon, Indonesia, Mesir dan wilayah Palestina pada hari Minggu.

TAGS : Yerusalem Turki Israel Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :