Kamis, 29/10/2020 21:27 WIB

14 Anggota Perdamaian PBB Tewas Diserang Pemberontak

Kata Guterres lagi, serangan tersebut merupakan sebuah kejahatan perang.

Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: Financial Tribune)

Jakarta - Sebanyak 14 anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  Tanzania dinyatakan Tewas,  dan melukai 53 lagi dalam serangan terhadap markas di Kongo oleh pemberontak Uganda.

Sekretaris Jenderal PBBAntonio Guterres mengatakan, serangan tersebut merupakan serangan yang terburuk terhadap organisasi itu sepanjang sejarah. Dia meminta pihak berwenang Kongo untuk menyelidiki dan agar dengan cepat menyeret pelaku ke pengadilan.

Kata Guterres lagi, serangan tersebut merupakan sebuah kejahatan perang. "Saya ingin mengungkapkan kemarahan dan kesedihan hati saya terhadap serangan malam itu," kata Guterres kepada wartawan di markas PBB di New York.

"Tidak boleh ada kekebalan hukum untuk pelaku serangan semacam itu, di sini atau di tempat lain," tegas Guterres.

Presiden Tanzania,  John Magufuli menyatakan terkejut dan sedih atas terjadinya peristiwa mematikan itu. Apalagi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga, tentara dan pasukan PBB di perbatasan timur Republik Demokratik Kongo.

Kejadian itu bermula saat pasukan PBB masih mencari tiga anggota penjaga perdamaian yang hilang setelah terjadi baku tembak selama lebih dari tiga jam pada hari sebelumnya.  PBB mencurigai pemberontak dari Pasukan Sekutu Demokratik (ADF) telah melancarkan serangan terhadap markas di kota Semuliki, wilayah Beni, Kivu utara tersebut.

TAGS : PBB Antonio Guterres Kongo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :