Selasa, 12/12/2017 17:06 WIB

Nazaruddin Lihat Langsung Penyerahan Uang ke Ganjar Pranowo

Nazaruddin saat itu mendengar langsung jika Mustoko menghubungi Ganjar melalui telepon. Saat itu, Mustoko menawarkan apakah Andi harus menemui Ganjar di ruang kerjanya. 

Ganjar Pranowo

Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin kembali memastikan bahwa politikus PDIP yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah‎, Ganjar Pranowo turut kecipratan uang terkait proyek e-KTP. Bahkan, Nazaruddin melihat sendiri penyerahan uang kepada Ganjar.

Demikian diungkapkan Nazaruddin saat bersaksi kasus dugana korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11/2017). Saat penyerahan uang itu, Ganjar menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR. ‎

"Semua yang saya sampaikan itu benar yang mulia," ungkap Nazaruddin saat bersaksi.

Anggota majelis hakim dalam persidangan sempat mengonfirmasi salah satu poin dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Nazaruddin. Nazaruddin dalam keterangannya di BAP menjelaskan  mekanisme penyerahan uang sebesar 500.000 dollar AS ‎untuk Ganjar.‎

Itu bermula ketika Nazaruddin dan Andi Narogong berkumpul di ruang kerja anggota DPR Mustoko Weni. Saat itu Mustoko merupakan anggota Badan Anggaran yang ada di Komisi II DPR. 

Nazaruddin saat itu mendengar langsung jika Mustoko menghubungi Ganjar melalui telepon. Saat itu, Mustoko menawarkan apakah Andi harus menemui Ganjar di ruang kerjanya. 

Akan tetapi Ganjar menjawab bahwa dirinya langsung yang akan datang ke ruang kerja Mustoko. Ganjar, tak lama kemudian tiba  di ruang kerja Mustoko, lalu menerima uang 500.000 dollar AS.

"Lalu Ganjar menyampaikan kepada saya (Nazar), ini kebersamaan, biar program besarnya jalan," ucap  hakim Anwar saat membaca BAP Nazaruddin.

Ganjar sebelumnya berulang kali membantah mengenai penerimaan uang tersebut. Bantahan juga disampaikan Ganjar saat bersaksi dalam persidangan.

Anggota majelis hakim lantas mengkonfirmasi hal itu kepada Nazaruddin. ‎"Pak Ganjar di sini mati-matian enggak ngaku, bahkan dia dikasi lalu dikembalikan. Itu bagaimana?," ujar hakim Anwar.

Nazaruddin lalu menyampaikan, Ganjar saat itu ‎menolak karena hanya diberi 100.000 dollar AS. Ganjar, kata Nazaruddin, saat itu hanya mau menerima jika diberikan uang 500.000 dollar AS.

Di luar persidangan, awak media kembali mengkonfirmasi mengenai dugaan aliran uang ke Ganjar itu.‎ Menurut Nazaruddin, yang terpenting segala sesuatu yang ia ketahui sudah disampaikan kepada penyidik KPK. Pun termasuk pembagian uang dalam proyek e-KTP 

"Yang penting saya udah beritahukan semua. Si A, si B, si C sudah semua. Kami percayakan sama KPK," tutur Nazaruddin.‎

TAGS : Kasus e ktp Ganjar Pranowo Nazaruddin




TERPOPULER :