Rabu, 21/11/2018 06:46 WIB

Yaman Kelaparan, Jalur Laut dan Udara akan Dibuka

Keputusan ini menyusul desakan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebutkan jutaan rakyat Yaman terancam mati akibat kelaparan.

Rakyat Yaman menunggu antrian tabung gas (foto: LA Times)

Kairo – Pemerintah Arab Saudi berencana membuka kembali jalur laut dan udara di perbatasan Yaman. Keputusan ini menyusul desakan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebutkan jutaan rakyat Yaman terancam mati akibat kelaparan.

“Langkah pertama akan diambil dalam 24 jam ke depan, dan akan melibatkan pembukaan kembali semua pelabuhan di wilayah yang dikendalikan oleh pemerintah Yaman,” demikian bunyi peryataan tersebut.

Dikutip dari Washington Post, beberapa pelabuhan yang akan dibuka di antaranya Aden, Mocha, dan Mukalla. Sementara untuk pelabuhan yang dikuasai kelompok Houthi, seperti Hodeida, masih didiskusikan lebih lanjut, demi mencegah adanya penyelundupan senjata.

“Penyelundupan senjata, amunisi, rudal, dan uang tunai yang secara teratur dipasok oleh Iran dan Irak,” jelasnya.

Sebelumnya berdasarkan rilis PBB, sebanyak 7 juta orang terancam mati kelaparan, karena persediaan makanan menipis di Yaman. Sementara menurut NGO Program Pangan Dunia (The World Food Programme), 2 juta anak Yaman menderita kekurangan gizi. 400.000 di antaranya dalam kondisi mengenaskan.

B antuan sulit masuk, media tidak memperoleh akses. Situasi itu, kata koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick sangat mencekam. Dia dan timnya berusaha memberikan bantuan makanan dengan cara apapun, agar rakyat Yaman tetap makan.

“17 juta orang terjebak dalam situasi tersebut. Dan dari jumlah itu, kami menemukan 500.000 anak dengan bentuk tubuh sangat mengerikan (kurus kering karena kelaparan). Kami berjuang memberi mereka makan, agar tetap bertahan hidup,” kata Jamie.

TAGS : Yaman Kelaparan PBB Kemanusiaan Arab Saudi




TERPOPULER :