Kamis, 23/11/2017 08:58 WIB

Otak Biang Kerok Marawi, Isnilon Hapilon Tewas

Kelompok militan Islamic State Irang anda Syria terkemuka Isnilon Hapilon, yang berada dalam daftar teroris paling dicari di Amerika Serikat tewas

Kelompok militan Islamic State Irang anda Syria terkemuka, Isnilon Hapilon, yang juga berada dalam daftar teroris paling dicari di Amerika Serikat

Jakarta - Menteri  Pertahanan Filipina mengatakan, kelompok militan Islamic State Irak anda Syria terkemuka Isnilon Hapilon, yang berada dalam daftar teroris paling dicari di Amerika Serikat tewas dalam pertempuran merebut kembali kota Filipina yang dikuasai pemberontak, Senin (16/10)

Analis keamanan menggambarkan Hapilon sebagai pemimpin kelompok ISIS di Asia Tenggara, yang ingin membangun kekhalifahan setelah mengalami kekalahahn di Irak dan Suriah.

"Pasukan kami menemukan Isnilon Hapilon dan Omar Maute. Mereka berdua terbunuh," kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana kepada wartawan, merujuk pada seorang pejuang lain yang memimpin serangan dengan Hapilon di kota Marawi, Filipina selatan, pada Mei.

Pemerintah Amerika Serikat  menjanjikan hadiah USD5 juta yang memberikan  informasi atau menangkap Hapilon. Ia menyebtu pria 51 tahun itu pemimpin senior kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina selatan

Lorenzana mengatakan, pasukan darat Filipina yang melakukan serangan terakhir terhadap militan di Marawi membunuh Hapilon dan Omarkhayam Maute, satu dari dua bersaudara yang memimpin sebuah kelompok militan yang bersekutu dengan Hapilon, Senin pagi.

Mayat kedua pria tersebut akan menjalani tes DNA untuk mendapatkan hadiah dari pemerintah Amerika Seriakt dan Filipina, tambahnya.

Militer Filipina mengatakan Hapilon bergabung dengan kelompok Maute pada 23 Mei untuk mengamuk di Marawi menyusul usaha menggagalkannya untuk menangkapnya.

Orang-orang bersenjata Pro-ISIS menduduki bagian Marawi, ibukota Islam Filipina yang mayoritas Katolik, pada  23 Mei. Sejak itu lebih dari 1.000 orang terbunuh dan 400.000 orang mengungsi.

Hapilon juga dituduh terlibat dalam penculikan 2001 termasuk tiga orang Amerika, dua di antaranya kemudian dibunuh.

Pasukan masih mengejar pemimpin militan Malaysia Mahmud Ahmad di zona pertempuran Marawi, kata Lorenzana. Ahmad telah membantu merencanakan serangan Marawi, kata pihak berwenang.

Pemberontak  bertahan tanpa henti dengan kampanye pengeboman yang didukung Amerika Serikat dan pertempuran darat yang hebat dengan pasukan yang meninggalkan sebagian besar Marawi yang menyerupai kota-kota yang hancur akibat perang yang dilanda Suriah dan Irak, demikian dilansir AFP, Senin (16/10)

TAGS : Filipina Marawi ISIS Isnilon Hapilon




TERPOPULER :