Senin, 23/09/2019 20:13 WIB

Plan Indonesia Berubah Jadi Yayasan Lokal?

Selain soal kinerja yang buruk dalam perlindungan anak, faktor ekonomi global yang tengah sulit ditengarai juga menjadi alasan mengapa Plan Indonesia yang berdiri sejak tahun 1969 ini akan dikerdilkan jadi LSM lokal.

Menaker M Hanif Dakhiri saat menghadiri acara Plan Indonesia bertajuk Sehari Jadi Menteri.

 

Jakarta - Plan International Indonesa, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang perlindungan anak ini dikabarkan akan berubah manjadi LSM lokal. Negara-negara donor mulai tidak mempercayai kinerja Plan Indonesia, sehingga donasi dari mereka terus berkurang. 

“Hingga akhirnya diputuskan, Plan Indonesia dalam waktu dekat akan berubah menjadi LSM lokal,” kata sumber, yang mengatasnamakan mantan karyawan Plan melalui rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis (11/05/2017).

Disebutkan dalam rilis itu, ketidakpercayaan donor terhadap Plan Indonesia ini karena ketidaksiapan sumber daya manusia LSM ini dalam memulai sebuah proyek, low spending budget, lemahnya advokasi dengan pemerintah, banyaknya perubahan yang terjadi di lingkungan internal berdampak pada implementasi proyek, hingga fraud (penyelewengan) yang kerap menghiasi proyek-proyek garapan LSM. 

Selain soal kinerja yang buruk dalam perlindungan anak, faktor ekonomi global yang tengah sulit ditengarai juga menjadi alasan mengapa Plan Indonesia yang berdiri sejak tahun 1969 ini akan dikerdilkan jadi LSM lokal.

“Buntut dari kebijakan ini, karyawan Plan Indonesia resah. Pasalnya, perubahan status kelembagaan ini membuat restrukturisasi organisasi. Banyak karyawan yang akan dirumahkan tanpa kepastian waktu dan pesangon,” kata sumber itu.

Ketika ditanyakan terkait perubahan Plan Indonesia menjadi yayasan lokal, Country Director Plan Indonesia, Myrna Remata Evora enggan memberi komentar terkait isu tersebut.

"Saya sedang meeting (rapat), nanti saja," kilahnya.

Sementara Marketing and Fundrising Director Plan Indonesia, Susy Darmayanti membantah lembaganya mengalami kebangkrutan karena tidak ada lagi negara donor yang membantu.

"Tidak, tidak ada perubahan. Dan tidak ada karyawan yang dirumahkan," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/5/2017).

Ia juga enggan menjawab ketika dimintai penegasan soal informasi sejumlah masalah yang menimbulkan ketidakpercayaan negara-negara donor terhadap Plan Indonesia.

"Nanti ya, maaf saya lagi ada tamu," katanya singkat.

 

TAGS : Plan Indonesia Yayasan Karyawan




TERPOPULER :