Kamis, 21/01/2021 05:18 WIB

Pasca Demo 212

Polri Bakal Berurusan dengan BPK Soal Dana Rp76 Miliar

Polri bakal berurusan dengan BPK terkait dana senilai Rp76 miliar yang dihabiskan saat pengamanan aksi demo menuntut kasus hukum Ahok.

Politikus PDIP, Junimart Girsang

Jakarta - Polri bakal berurusan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dana senilai Rp76 miliar yang dihabiskan saat pengamanan aksi demo menuntut kasus hukum dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang mengatakan, BPK akan mengaudit anggaran yang dipakai saat pengamanan aksi bela Islam pada 4 November (411) dan 2 Desember (212) tersebut.

"Nanti ada BPK yang berurusan dengan itu bukan kita (Komisi III DPR), BPK akan minta perhitungan pengeluaran keuangan," kata Junimart, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/12).

Menurutnya, jika lembaga audit keuangan negara menemukan penyelewenangan atau mark up atas penggunaan anggaran tersebut, maka komisi yang membidangi hukum itu baru akan bertindak.

"Kalau BPK punya temuan lain baru kita akan sikapi nanti. Itu kan anggaran insidentil yang tidak masuk program sebelumnya," tegas Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pengamanan aksi demo bela Islam 212 dan demo 411 menghabiskan anggaran sebesar Rp76 miliar.

"Untuk aksi 4 November itu dana pengamanannya itu Rp33 miliar sedangkan untuk aksi 212 itu dana pengamanannya Rp43 miliar‎," jelas Tito, dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Jakarta, Senin (5/12).

Menurutnya, dana tersebut dihabiskan untuk mengerahkan pasukan keamanan di Jakarta. Adapun pasukan yang dikerahkan untuk demo‎ 411 aparat keamanan gabungan Polri dan TNI sebanyak 20 ribu pasukan. Sedangkan, aksi demo 212 pasukan gabungan Polri dan TNI sebanyak 27‎ ribu.

TAGS : Anggaran Polri Pengamanan Aksi 212




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :