Selasa, 24/09/2019 03:20 WIB

Penculikan Nelayan

Indonesia Minta Malaysia dan Filipina Tingkatkan Keamanan Laut

Pemerintah Indonesia tidak akan berhenti untuk meminta perhatian dari Malaysia dan Filipina terkait penculikan para nelayan asal Indonesia

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi meminta Malaysia dan Filipina memperhatikan terkait kasus penculikan nelayan

Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Pemerintah Malaysia dan Filipina agar memberikan  perhatiannya terkait  terjadinya kembali penculikan terhadap  dua nelayan asal Indonesia di Lahad Datu, Malaysia pada akhir pekan  oleh kelompok bersenjata dari Filipina.

"Hari minggu saya melakukan kontak dengan Menlu Malaysia dan kontak dengan advisor Presiden (Filipina) Duterte untuk masalah perdamaian. Intinya saya kembali lagi meminta perhatian mereka," kata Retno usai bertemu Presiden Joko Widodo di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Retno menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan berhenti untuk meminta perhatian dari Malaysia dan Filipina terkait penculikan para nelayan asal Indonesia yang diduga dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Isu ini yang saya bawa saat saya berkunjung terakhir ke Kuala Lumpur, Kinabalu dan Sandakan, Malaysia," kata Menlu dilansir ant.

Retno mengatakan,  telah bertemu anak buah kapal (ABK) di ketiga wilayah Malaysia tersebut, karena hampir 80 persen dari ABK dan nelayan yang mencari ikan di wilayah Sabah merupakan WNI. "Saya sudah berbicara mereka dari hati ke hati dan saya sudah sampaikan laporan kepada bapak Presiden," kata Retno.

Menlu juga menegaskan untuk menekankan pentingnya bagi pemerintah dan otoritas Malaysia untuk meningkatkan keamanan di wilayah air mereka. "Karena sudah sangat jelas ini kesepakatan yang sudah disetujui saat kita bicara bertiga pada bulan Mei dan hal yang sama juga disampaikan dengan advisor Presiden Duterte," ujar Retno.

Penculikan dua nelayan Indonesia dikemukakan Komando Pengamanan Timur Sabah (Esscomm) bahwa mereka diculik di Lahad Datu, Sabtu, 19 November 2016. Kepala Escomm Datuk Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid mengatakan insiden tersebut terjadi pada sekitar pukul 07.30 waktu setempat, saat sejumlah nelayan sedang melaut di wilayah Merabung.

Kapal nelayan dengan 13 orang di dalamnya berada di area tersebut sejak sekitar pukul 06.30 pagi didatangi lima pria bertopeng dan membawa senjata laras panjang. Pelaku  menyerbu kapal dan menghancurkan sistem komunikasi kapal serta merampas seluruh ponsel dan uang milik kru kapal.

Kelompok bersenjata tersebut membawa dua kru kapal WNI dan langsung melarikan diri ke perairan internasional dan kru lainnya telah ditolong oleh kapal nelayan lainnya.

TAGS : Penculikan Nelayan Menteri Luar Negeri




TERPOPULER :