Demam babi Afrika selama bertahun-tahun telah mengganggu pasar daging babi global senilai US$250 miliar.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendesak pemerintah agar menggencarkan edukasi terkait African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. Sebab masih banyak masyarakat yang belum mengetahui virus tersebut.
Pihak Singapura sangat terbuka untuk mendiskusikan langkah-langkah teknis agar ke depan ekspor babi hidup dapat kembali berjalan, mengingat Pulau Bulan merupakan penyuplai terbesar kebutuhan babi bagi Singapura.
Pemerintah melakukan pendampingan ketat kepada pemilik peternakan hewan babi di Pulau Bulan, PT ITS setelah dicabut penetapannya sebagai kompartemen bebas ASF di Indonesia.
Singapura Temukan Virus ASF pada Babi Hidup Asal Batam, Ini Respons Kemendag
Sekarang ada 18 kasus yang tercatat di Singapura. NParks pada 9 Februari mengkonfirmasi kasus pertama di negara tersebut.
Pihak berwenang meluncurkan penyelidikan selama akhir pekan, setelah berkembangnya spekulasi dalam beberapa pekan terakhir bahwa penyakit itu telah memusnahkan kawanan babi Thailand dan di tengah tuduhan menutup-nutupi.
Kematian babi yang disebabkan oleh penyakit African Swine Fever (ASF) ini memerlukan komitmen semua pihak dalam penanggulangannya.
Serum Scovet ASF yang merupakan produk biologis berupa serum konvalescen African Swine Fever dari babi yang sembuh dari penyakit ASF.
Pihak Kementan telah mengirimkan tim ke Siborong-borong untuk pendampingan menuju kompartemen bebas ASF.