Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman menegaskan bantuan excavator yang diberikan Kementan untuk mengoptimasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), harus digunakan secara berkelompok seperti brigade.
Untuk melindungi dan melayani pekerja migran di dalam dan luar negeri pemerintah telah melakukan kerja sana serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa negara, termasuk penyediaan jaminan sosial bagi PMI.
Mentan berharap teknologi ini bisa diadopsi oleh petani dan produksi jagung dalam negeri akan semakin tinggi, bahkan mampu ekspor ke negara lainnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hari ini (25/5) meninjau langsung dua lokasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel yang termasuk dalam program Serasi.
Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) lakukan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas produk pertanian antar Jawa - Sumatera.
Amran sudah merasa bahwa saat ini produksi jagung nasional telah surplus.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengharapkan Presiden RI Terpilih Joko Widodo tidak mengendorkan kinerja pemerintah di sektor pertanian pada periode 2019-2024.
Anwar mengatakan bahwa terkait pengembangan digital ekonomi, dirinya telah meninjau BUMDes dan pasar-pasar yang sudah dibantu dengan mengembangkan penggunaan Cashless Payment yaitu pemanfaatan alat pembayaran digital.
Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang menciptakan otomatisasi untuk budidaya tanaman melalui sistem hidroponik yang diberi nama Smart Nutrients.
Keberadaan TTI Center ini diharapkan dapat menetralisir gejolak harga pangan yang terjadi di kota Bogor.