BNN menyebut Freddy Budiman hanyalah bandar narkoba kelas kacang. Masih ada bandar lebih besar sebagai atasan Freddy, salah satunya Akiong yang punya jalur langsung dari Cina.
Sebelumnya, Haris menyebarluaskan kesaksian atau testimoni Freddy bahwa gembong narkoba itu menyuap anggota Badan Narkotika Nasional, TNI, dan kepolisian untuk melancarkan bisnisnya.
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras rencana Polri memanggil Koordinator KontraS, Haris Azhar yang "bernyanyi" atas kesaksian gembong narkoba Freddy Budiman.
KontraS Haris Azhar dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri terkait nyanyian tentang kesaksian gembong narkoba, Freddy Budiman. Pelapornya adalah instansi TNI, Polri, dan BNN.
Pengakuan Freddy yang disampaikan kepada Haris Azhar, Koordinator KontraS, memberikan sedikit gambaran bagaimana liku-liku gembong narkoba
Gerakan Perduli Anti Narkoba (GPAN) mengeluarkan film edukasi narkoba bertitel 3 Pilihan Hidup. Disutradarai Irawan Tanu dan dibintangi artis kawakan, Roy Marten dan komedian Tessy Kabul.
Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui Bripda IR bersama dua pelaku yakni S Ariyanto dan Christ Persulesy berupaya memeras Agus Prayitno terkait kasus narkoba.
Jika ada partai merekomendasi sosok, maka akan menjadi catatan hitam bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Hidayat dalam sosialisasi 4 pilar MPR RI yang bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Jakarta Anti Narkoba (GPJAN) di Bogor, Jawa Barat.