Menurut Tri Tito Karnavian, PKK harus memanfaatkan potensi yang besar tersebut membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.
Tiktok, aplikasi yang sangat populer saat ini, menuai kecaman dari anggota parlemen AS dan pemerintah atas keamanan nasional terkait pengumpulan data, di tengah ketegangan yang meningkat antara Washington dan Beijing.
Terlebih di suasana pandemi Covid-19, yang telah membuka mata kita semua bahwa kepentingan bangsa dan negara harus senantiasa diutamakan dibanding kepentingan golongan
Ini potensi bagi kita semua untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penularan covid-19.
Presiden Trump memberi TikTok enam minggu untuk menjual operasinya di AS, dalam eskalasi terbaru ke pertempuran politik dan perdagangan yang sedang berlangsung antara Washington dan Beijing.
Sebelumnya, aplikasi i-Pop terpilih dalam Top-99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik Indonesia (Sinovik) 2020, dari 2.250 proposal yang masuk.
Layanan operasi TikTok akan ditutup pada 15 September kecuali Microsoft atau orang lain membelinya dan menyelesaikan kesepakatan yang tepat sehingga Departemen Keuangan AS mendapatkan banyak uang.
Keputusan ini diambil setelah Trump berencana mengharamkan TikTok di AS setelah sebelumnya menolak untuk dijual ke Microsoft.
Microsoft mengkonfirmasi bahwa akan terus maju dengan rencana untuk membeli aplikasi berbagi video Tiongkok TikTok
Aplikasi tersebut dikatakan memiliki sebanyak 80 juta pengguna di AS