Ini jadi kontribusi nyata Indonesia dalam diplomasi perdamaian
Sebanyak 13 anggota DK PBB menentang langkah Washington karena menggunakan proses yang disepakati di bawah kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia yang dihentikan dua tahun lalu.
Pompeo dan Netanyahu mengkritik kurangnya dukungan internasional terhadap permintaan AS untuk pemulihan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran.
Kunjungan Grossi dilakukan setelah Washington minggu lalu mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan kembali sanksi internasional terhadap Teheran yang dicabut berdasarkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia.
Unilateralisme pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak disukai dan tindakan hegemoniknya pasti akan gagal.
Alasan penolakan itu karena Washington telah menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran dua tahun lalu
Pemutusan pasokan air merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Iran, Rusia, dan China berpendapat, Washington tidak memiliki hak memicu sanksi "snapback" sejak menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018.
Iran, Rusia, China, Uni Eropa, Jerman, Prancis, dan Inggris menggambarkan langkah administrasi Trump sebagai tindakan melanggar hukum, sia-sia, dan batal serta bersuara dalam surat terpisah.
Netanyahu sudah lama memperdebatkan kesepakatan antara kekuatan utama, yaitu Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, AS dengan Iran, musuh bebuyutan Israel sebagai cacat.