Washington sudah membuat rezim sanksi internasional yang merupakan pelanggaran sistematis hak asasi manusia di tingkat internasional.
Beberapa kota Iran bergulat dengan wabah baru virus corona yang telah menewaskan enam orang dan menginfeksi lebih dari dua lusin lainnya, menurut pejabat kementerian kesehatan.
Ayatollah Khamenei menyerukan partisipasi besar masyarakat Iran dalam pemilihan tersebut untuk menggagalkan niat jahat Washington.
Pemerintah yang memusuhi negara Suriah, kata Assad, masih berusaha mendukung teroris yang menyandera warga sipil dan menggunakannya sebagai perisai manusia terhadap pasukan yang maju di Idlib.
Mei lalu, Iran mulai secara bertahap mengurangi komitmennya di bawah JCPOA untuk membalas tindakan sepihak Washington tersebut.
Mereka di antaranya dinyatakan bersalah di pengadilan atas permohonan bersama dan pengadilan Revolusi Islam, Organisasi Yudisial Angkatan Bersenjata dan Organisasi Hukuman Diskresioner Negara.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mendesak agar insiden IRGC yang menjatuhkan pesawat secara tidak sengaja tidak berubah menjadi kontroversi politik di bawah pengaruh beberapa elemen jahat.
Setelah memilih merahasiakannya poin kesepakatan abadi ini selama bertahun-tahun, Trump akhirnya mengumumkan secara garis besar di Gedung Putih pada 28 Januari 2019.
Iran berhasil melumpuhkan musuh-musuhnya, dan mengembangkan alat pertahanan canggih miliknya sendiri sebagai tanggapan atas penggunaan langkah-langkah yang semakin maju dari musuh.
Khamenei menyerukan kepada pemerintah agar meningkatkan kekuatan militer, sebagai upaya untuk mencegah perang di kawasan Teluk.