Kehadiran pandemi covid-19 telah membuka mata kita untuk memperhatikan sektor pertanian yang selama ini cenderung diabaikan.
Selama ini, masih banyak petani yang bingung tentang pemasaran dan sulitnya menemukan pasar yang cocok untuk hasil taninya.
Aplikasi Petani Petani Smile yang dikembangkan Puslatan merupakan aplikasi yang dirancang untuk memudahkan para masyarakat pertanian mengakses kegiatan pelatihan dari 10 UPT.
Bustanul tidak menampik bahwa masih banyak kekurangan pada bahan pelatihan yang dapat dibuka hanya dari satu aplikasi itu.
Transformasi pertanian bukan hanya keharusan, tapi juga merupaka kebutuhan mengingat perkembangan zaman dan juga jumlah penduduk yang terus bertambah secara signifikan.
Staf Khusus Menteri Agama, Kevin Haikal menyebut penyusunan tersebut semata-mata memperkaya khazanah bagi para khatib.
Kepala Sekolah SLB N A Padjadjaran, Wawan, menyebut sekolahnya mengembangkan aplikasi TeamTalk yang sangat membantu para tunanetra dalam menerima pembelajaran di tengah pandemi.
Aplikasi ini dirancang menggunakan teknologi informasi modern sehingga memungkinkan auditor menghasilkan laporan audit secara berkala tanpa harus menunggu proses audit di akhir periode anggaran.
Untuk menyukseskan Gratieks tersebut, maka semua aplikasi baik di on farm maupun di off farma harus digerakkan sama-sama.
Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.