Uang itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang menjerat Rahmat.
KPK juga mencecar soal aliran uang dalam pengerjaan proyek tersebut.
KPK menduga penyetoran uang suap itu terkait pengaturan berbagai proyek di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) memberikan multiplier effect.
Saat ini, kata Ali Fikri, KPK tengah menganalisa lebih lanjut bukti-bukti yang ditemukan itu.
Proyek hilirasi ini sendiri merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products.
Terbit Rencana diketahui telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Pemkab Langkat.
Di Kabupaten Muara Enim, Presiden diagendakan untuk melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME).
Ali mengatakan KPK tengah mengumpulkan bukti-bukti yang terkait dalam kasus ini. Pencarian bukti juga dilakukan dengan pemeriksaan saksi dalam kasus ini.