Korea Utara masih memperingati hari berkabung menyusul wafatnya tokoh revolusioner Kuba, Fidel Castro.
Masyarakat berdansa, membunyikan alat musik, klakson mobil, sambil meneriakkan kalimat “Kebebasan untuk Kuba!”.
Di Miami, berita kematian Fidel Castro dirayakan oleh orang-orang Kuba Amerika, yang kebanyakan dari mereka merupakan pelarian politik dan mencari suaka ke negeri Paman Sam tersebut.
Biro intelijen AS, CIA, telah membuat berbagai plot pembunuhan terhadap Castro. Mulai dari bahan peledak hingga makanan kesukaan Castro, kerang jamur yang mematikan.
Kabar tersebut telah dikonfirmasikan kepada saudaranya yang juga menjabat sebagai Presiden Kuba saat ini, Raul Castro, yang membenarkan kabar kematian Fidel Castro.
Sang revolusioner muncul di sebuah acara gala di Teater Karl Marx Havana bersama saudaranya, Presiden Raul Castro, dan sekutu Kuba, Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Media lokal melaporkan, perjanjian tersebut menyangkut 5 juta dosis awal, tetapi Vietnam telah mengesahkan pembelian 10 juta dosis secara total.