Wawancara menteri itu dilakukan setelah komentar dari Menteri Informasi Lebanon George Kordahi tentang perang Yaman memicu perselisihan diplomatik dengan negara-negara Teluk.
Kabar penyetopan penyelidikan ini pertama kali dilaporkan oleh Project Multatuli, yang langsung mendapatkan atensi luas dari warganet di Twitter.
Menurut dia, cara Perez menunjukkan kurangnya rasa hormat dari Real Madrid, setelah beberapa komentar muncul terkait keinginan Los Blancos untuk mengontrak pemain berusia 22 tahun itu.
Komentar itu muncul hanya sehari setelah Korea Utara mendesak Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan untuk meninggalkan apa yang disebutnya kebijakan bermusuhan dan standar ganda.
Samsudeen menjadi perhatian polisi dan dinas keamanan pada tahun 2016 setelah ia menyatakan simpati di Facebook atas serangan militan, video terkait perang dengan kekerasan, dan komentar yang mendukung ekstremisme kekerasan.
Komentar tersebut mengikuti pernyataan serupa dari European Medicines Agency bulan lalu bahwa diperlukan lebih banyak data tentang durasi perlindungan setelah inokulasi penuh untuk merekomendasikan penggunaan suntikan booster.
Perusahaan itu mengatakan telah memberi tahu Moderna dan meminta penyelidikan segera. Hingga kini Moderna belum memberikan komentar kepada media terkait hal tersebut.
Komentar itu muncul tepat sebelum pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya berencana membuat vaksin booster tersedia secara luas untuk semua orang Amerika mulai 20 September ketika infeksi dari varian Delta dari virus corona meningkat.
Pengguna Twitter juga akan diminta untuk memilih apakah komentar menyesatkan tersebut bersifat politis, terkait kesehatan, atau termasuk dalam kategori lain.
Pfizer dan Kementerian Kesehatan India belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters pada Rabu (11/8).