Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dua kepala daerah dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT) di Aceh, Selasa (3/7/2018). Turut diamankan uang ratusan juta dalam oprasi senyap tersebut.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan oprasi tangkap tangan (OTT). Kali ini oprasi senyap terkait dugaan suap dilakukan di Aceh.
OTT tersebut kental muatan politisnya bahkan dirinya merasa oknum KPK dalam menangani kasus tersebut ditunggangi kepentingan tertentu.
Ultimatum itu ditegaskan lantaran tim Satgas KPK tak berhasil mencokok Ketua DPC PDIP Tulungagung dan Ketua DPC PDIP Blitar itu dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT).
Diduga suap itu terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.
Selain mengamankan sejumlah pihak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di dua daerah di Jawa Timur.
Dalam OTT ini, tim juga mengamankan sejumlah uang yang diduga suap.
Dalam OTT ini, tim mengamankan enam orang. Empat orang termasuk Tasdi diamankan di Purbalingga.
Selain kepala daerah, dalam OTT ini, KPK juga membekuk pejabat daerah dan pihak swasta. "Ada kepala daerah, pejabat daerah dan swasta," ungkap Febri.
Nasib apes menimpa Agus, padahal ia baru saja dilantik jadi bupati pada 2017. Ini juga akan merepotkan ayahnya, Sjafei Kahar yang sedang berlaga dalam Pilkada Sultra.