Kerajaan Arab Saudi pada Senin (12/7/2021) yang memasukkan vaksin Sinovac dan Sinopharm dalam daftar vaksin yang diterima sebagai syarat masuk Saudi.
Izin dikeluarkan untuk warga negara dari 150 negara. Prioritas diberikan kepada mereka yang belum pernah melakukan haji sebelumnya, dan kelompok umur tertentu.
Arab Saudi prihatin dengan meningkatnya aktivitas nuklir Iran, yang dianggap mengancam keamanan regional. Pernyataan ini disampaikan pejabat anonim dari Kementerian Luar Negeri Saudi, pasca Teheran memulai proses produksi logam uranium yang diperkaya.
Kerajaan mendukung upaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif untuk mengakhiri krisis, mendesak semua pihak untuk menerima solusi politik untuk menyatukan barisan di antara semua komponen spektrum Yaman.
Saudi sedang mencari untuk membangun bandara baru di Riyadh yang akan berfungsi sebagai pangkalan untuk maskapai baru.
Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan hingga penutupan, lebih dari 558 ribu jemaah yang mendaftar.
Semua badan dan departemen bidang dan administrasi bekerja untuk meningkatkan hasil bisnis dan layanan melalui rencana dan program yang telah disiapkan sebelumnya.
Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) mengizinkan pendekatan mix-and-match untuk dosis pertama atau kedua vaksin setelah meninjau temuan beberapa studi medis yang menguji keamanan dan kemanjuran pemberian dosis dari berbagai merek.
Prioritas kebijakan luar negerinya adalah meningkatkan hubungan dengan tetangga-tetangga Iran di Teluk Arab, sambil menyerukan saingan regional Iran, Arab Saudi, untuk segera menghentikan intervensinya di Yaman.
Puas Berdiskusi dengan Gus AMI