kesimpulan dan rekomendasi ini menjadi komitmen bersama untuk mempercepat penanganan Covid-19 dan untuk selanjutnya menegakkan syariah zakat
Kesimpulan dari data Covid-19 jadi penentu kebijakan penanganan Covid-19 di masing-masing daerah untuk terus menekan angka penularan
sampah dari galonnya akan menimbulkan timbunan sampah yang malah menambah permasalahan dalam penanganan sampah plastik di masyarakat
Syarief Hasan mempertanyakan langkah pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19. Pasalnya Pemerintah telah melakukan banyak langkah namun belum ada penurunan angka positif yang signifikan.
Secara khusus aktivitas CSR yang telah dikeluarkan perseroan untuk penanganan Covid-19 sejauh ini telah mencapai Rp3,14 miliar
Buruknya kinerja tim komunikasi penanganan Covid-19 membuat masyarakat jadi korban.
YLKI menilai pengurangan timbunan sampah tanpa adanya tanggung jawab produsen penghasil sampah kemasan akan sulit terlaksana
Pembukaan kembali sekolah di wilayah zona hijau akan dibahas Kemdikbud bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Kondisi ini juga diperburuk dengan kebijakan sejumlah rumah sakit menutup sebagian besar pelayanan non-Covid dan merumahkan tenaga medis kanker, untuk selanjutnya beralih menjadi rumah sakit penanganan Covid-19.
Pemerintah kembali merevisi total biaya penanganan Covid-19 kedalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan pertambahan anggaran dari Rp 405,1 triliun menjadi Rp 677,2 trilun.