Pelanggaran serius oleh Taliban di Afghanistan, termasuk eksekusi singkat terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Afghanistan yang telah menyerah.
Padahal PBB dan sejumlah negara telah mendesak ASEAN, yang beranggotakan 10 negara termasuk Myanmar, untuk memulihkan stabilitas melalui diplomasi.
Anggota Dewan Keamanan PBB prihatin atas ekspansi yang mengkhawatirkan dari kelomok Daesh/ISIS di banyak wilayah, termasuk Afrika.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk Afghanistan, mendesak para donor Barat untuk terus mendanai pekerjaannya di negara di mana 18,5 juta orang, hampir setengah dari populasi, bergantung pada bantuan penyelamatan jiwa.
Kanada, Israel, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan banyak negara Eropa telah mengumumkan memboikot pertemuan tahun ini.
Dalam menghadapi penolakan dari Beijing, badan kesehatan PBB menyerukan penyediaan semua data dan akses yang diperlukan sehingga rangkaian studi berikutnya dapat dimulai sesegera mungkin.
Kekerasan telah meningkat di seluruh Afghanistan ketika pasukan asing pimpinan AS hampir ditarik setelah 20 tahun operasi militer.
Kredensial PBB pada awalnya dipertimbangkan oleh komite sembilan anggota yang ditunjuk pada awal setiap sesi tahunan Majelis Umum beranggotakan 193 orang, yang dimulai pada bulan September.
Sesi khusus Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tentang keamanan maritim diberitahu bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan itu, dan akan dimintai pertanggungjawaban.