Rusia dan Turki bersama dengan negara-negara lain telah membuat kemajuan serius dalam menyelesaikan krisis Suriah.
Presiden al-Assad berhasil mengarahkan bahtera keselamatan dengan kebijaksanaan dan kemampuan, membuktikan menjadi kapten yang terampil.
Istri Presiden Suriah Bashar al-Assad, Asma al-Assad menjalani perawatan perdana untuk kanker payudara yang diidapnya.
Operasi militer ini menjadi awal serangan militer Suriah untuk mengusir IS di gurun Badiya, Sweida.
Menurut informasi dari penduduk setempat bahwa teroris Jabhat al-Nusra mengubur sejumlah besar senjata dan amunisi di sejumlah desa, pertanian di pedesaan Quneitra sebelum mereka dipindahkan ke Suriah utara.
Kehadiran Rusia di tempat itu, diklaim untuk mendukung pasukan perdamaian PBB.
Kelompok jihadis merilis video dari seorang jurnalis Jepang dan pria Italia yang ditawan di Suriah. Dalam video tersebut, keduanya meminta agar segera dibebaskan.
Iran memainkan peran kunci yang sejalan dengan upaya bersama untuk memberantas terorisme di Suriah.
Kepala otoritas kesehatan provinsi Sweida mengatakan kepada FM Sham yang pro-Damaskus bahwa 215 orang tewas dan 180 terluka dalam serangan itu, serta 75 anggota ISIS.
Ibraheem Izzy Musaibli (28) dari Dearborn, Michigan memberikan dukungan kepada kelompok tersebut sejak 2015 silam.