Dalam jalur keuangan yang dipimpin oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Presidensi G20 Indonesia akan membawakan enam agenda prioritas, yakni exit strategy untuk mendukung pemulihan yang adil.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengusung empat agenda prioritas dalam presidensi G20 Indonesia tahun ini.
Deklarasi ini menjadi penanda awal kontribusi pemuda dalam memberikan dukungan nyata pada Presidensi G20 di bidang transisi energi.
BLK Komunitas ini diyakini akan memperkuat akses dan kualitas pelatihan, terutama bagi masyarakat yang kurang beruntung, termasuk masyarakat pedesaan (rural areas).
Side events bertujuan memberi pemahaman yang lebih lengkap kepada anggota G20 mengenai agenda prioritas Presidensi G20.
Tiga hal yang akan dibahas bersama-sama dengan negara anggota G20 adalah terkait akses energi, peningkatan teknologi bersih, dan pendanaan untuk transisi energi.
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meninjau sejumlah titik di Pulau Bali pada Hari Senin (31-1-2022).
Menjadi Presidensi G20 merupakan kehormatan Indonesia untuk turut andil mencari jalan keluar dari pandemi COVID-19, melalui inisiatif konkrit yang mendorong pemulihan kondisi ketenagakerjaan secara global.
ECSWG di bawah Presidensi Indonesia akan fokus pada prioritas pemulihan berkelanjutan, land and sea-based actions serta mobilisasi sumber daya, untuk mendukung perlindungan lingkungan dan target-target mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Airlangga Hartarto menjelaskan Presidensi G20 di Indonesia, merupakan amanah sekaligus kepercayaan bagi Indonesia, untuk mendorong pembangunan dan pemulihan ekonomi yang lebih merata.