Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengonfirmasi rencana pembukaan kedutaan besar (kedubes) di Kepulauan Solomon, dalam upaya untuk melawan pengaruh China di Kepulauan Pasifik.
Amerika Serikat (AS) memerintahkan keluarga semua staf Amerika di Kedutaan Besar AS di Ukraina, untuk meninggalkan negara itu di tengah kekhawatiran serangan dari Rusia.
Departemen Luar Negeri AS juga mengizinkan kepergian sukarela pegawai pemerintah AS dan mengatakan warga AS harus mempertimbangkan untuk segera pergi.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington terus berupaya menghubungi lima orang WNI yang diketahui berada di Tonga saat kejadian.
Lebih dari selusin situs web pemerintah Ukraina tidak dapat diakses pada Jumat (14/1), dalam serangan siber yang juga menargetkan sejumlah kedutaan besar.
China membuka kembali kedutaan besarnya di Nikaragua, beberapa minggu setelah negara Amerika Tengah itu mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Beijing.
AS mengatakan, Houthi menahan beberapa karyawan Yaman di kompleks kedutaan AS di ibukota, Sanaa, tanpa mengungkapkan berapa banyak.
Beijing menurunkan hubungan diplomatik dengan Lituania pada Minggu untuk menunjukkan kemarahan atas pemindahan kedutaan secara de facto.
Di bawah mantan Presiden Donald Trump, Washington menyenangkan warga Israel dan membuat marah warga Palestina dengan menutup konsulat Yerusalem dan menempatkan stafnya di Kedutaan Besar AS untuk Israel yang dipindahkan ke Yerusalem dari Tel Aviv pada 2018.
Siapapun yang mencurigai atau mengetahui praktek kerja kotor tersebut, harus segera melaporkannya kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bahrain di Manama sebagai wujud kecintaan dan kepedulian terhadap sesama WNI.