Pasukan Rusia membunuh hampir 300 warga sipil saat mereka mundur dari kota dekat Kyiv.
Melanjutkan perang di Ukraina secara moral tidak dapat diterima, secara politik tidak dapat dipertahankan dan secara militer tidak masuk akal.
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, kekuatan nuklir negaranya harus disiagakan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran, invasi Rusia ke Ukraina dapat menyebabkan perang nuklir.
Perang berisiko memicu konsekuensi luas bagi pasokan makanan global yang akan berdampak buruk pada yang termiskin.
Pandemi COVID-19 belum berakhir dan dapat diperpanjang lebih lanjut karena distribusi vaksin yang sangat tidak setara.
Peringatan mengerikan dibuat selama sesi Majelis Umum tahunan tentang "wilayah Ukraina yang diduduki sementara" yang diadakan di markas besar PBB di New York setiap tahun sejak Rusia mencaplok Krimea pada tahun 2014.
Pengakuan Rusia atas kemerdekaan dari dua wilayah timur Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina.
Pembicaraan rutin dan konsultasi telah membantu mendekatkan pandangan kedua belah pihak satu sama lain. Terkait situasi di Afghanistan
Politikus asal Portugal itu mengatakan, sangat khawatir dengan meningkatnya ketegangan dan spekulasi tentang potensi konflik militer di Eropa.
Kondisi kehidupan memburuk bagi 39 juta warga Afghanistan meskipun pertempuran sudah berakhir dengan pengambilalihan Taliban pada Agustus.