“Mungkin hewan-hewan itu lapar, karena ditinggalkan pemiliknya saat terjadi peperangan, dan tidak ada makanan,” kata seorang tentara pemerintah.
Kekosongan posisi yang ditinggalkan Renzi membuka jalan bagi Presiden Mattarella untuk meluncurkan putaran perundingan dengan para pemimpin semua partai.
Pemerintah harus menyatakan secara terbuka dan jelas, bagaimana nasib aset-aset negara yang ada. Seperti Gedung Parlemen di Senayan, Istana Negara dan semua kantor kementerian dan lembaga yang akan ditinggalkan. Jangan sampai berubah kepemilikan ke perorangan atau perusahaan swasta.