Para pemimpin Uni Eropa (UE) resmi menyetujui rencana penundaan Britain`s Exit (Brexit)
Eurosceptic mengancam Perdana Menteri Inggris Theresa May akan melakukan mogok, seandainya Britain’s Exit (Brexit) ditunda selama setahun
May memperingatkan anggota parlemen terkait penundaan Britain’s Exit (Brexit), yang berpeluang akan melibatkan Inggris dalam pemilihan parlemen Eropa
Jacinda Ardern berjanji akan melakukan revisi pada Undang-Undang (UU) Senjata, pasca aksi teror yang menyasar dua masjid di Christchurch
Parlemen sepakat untuk meminta penangguhan Brexit (Britain’s Exit) kepada Uni Eropa hingga setidaknya pada Juni mendatang.
Padahal situs tersebut sebelumnya sudah mulai dibongkar, pasca pertemuan pertama Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu di Singapura.
May telah berjanji untuk membawa kembali kesepakatan yang direvisi ke parlemen pada tanggal 12 Maret
Sementara itu, survei SMMT baru-baru ini menunjukkan hampir sepertiga perusahaan otomotif telah menunda atau membatalkan keputusan investasi Inggris karena Brexit
Komentar itu disampaikan menyusul kabar adanya permintaa untuk menunda Brexit oleh Uni Eropa.
Dibayangi oleh perpecahan dan masalah internal, termasuk pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, krisis Dewan Kerjasama Teluk (GCC), perang regional, dan Brexit, KTT itu bertujuan untuk memperkuat hubungan Arab-Eropa.