Serangan terjadi sehari setelah serangan mematikan oleh bom minibus bunuh diri di permukiman padat penghuni Kota Sadr.
Bom dibuat menggunakan pipa bekas onderdil sepeda yang diisi serbuk racun pembasmi tikus.
Seluruh penumpang beserta barang tentengan dan barang bagasi diturunkan kembali untuk diperiksa.
Insiden serupa terjadi pada 2 Januari lalu. Ketika itu, sebuah bom mobil meledak di Sadr City, menewaskan 35 orang.
Laporan terakhir tentang jumlah orang yang luka-luka akibat insiden itu berjumlah antara 5 hingga 10 orang.
Osman mengatakan, bom tersebut diletakkan di salah satu mobil yang diparkir di luar garasi fasilitas milik Program Pembangunan PBB (UNDP).
KBRI Baghdad kembali mengimbau kepada para WNI yang berada di Irak agar meningkatkan kewaspadaan.
Kepolisian setempat mengatakan pelaku bom bunuh diri yang mengendarai truk menargetkan serangannya pada keramaian pasar.
Memasuki pertengahan Januari 2016, tepatnya tanggal 14 Januari 2016, aksi peledakan bom di tengah-tengah Ibukota Jakarta
Dua orang kakak beradik asal Kosovo diringkus oleh kepolisian setempat setelah diketahui akan merencanakan aksinya di sebuah pusat perbelanjaan di Oberhausen, Jerman.