Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan, terutama di sektor-sektor berorientasi ekspor seperti tekstil, produk karet, dan elektronik. Rupiah juga berisiko melemah seiring meningkatnya tekanan eksternal.
Pada pukul, 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 50
Kemudian IHSG bergerak naik hingga pukul 09.06 WIB, indeks berada di posisi 6.388 atau naik 1,21 persen
Pasar keuangan kembali diguncang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 3,84 persen ke level 6.223,39, yang mencerminkan kekhawatiran pasar semakin dalam terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI M Hanif Dhakiri menyoroti terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 3,84% ke level 6.223,39
Otoritas Pasar Modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lakukan trading halt atau pembekuan sementara karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot di atas 5% ke level 6.146.
Penurunan Indeks Demokrasi ini jelas menjadi pembicaraan yang cukup hangat di tengah masyarakat khususnya penggiat demokrasi.
Perdagangan pekan ini periode 10-14 Februari 2025, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok cukup dalam
Pekan ini, Indeks terkoreksi hingga 1,54 persen ke level 6.638,459, dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di 6.752,576.
Faktor utama yang menopang penguatan rupiah hari ini adalah tren pelemahan indeks dolar AS