Sepanjang masa kampanye Pilpres 2019 belum ada perdebatan yang substansial disajikan oleh masing-masing pasangan capres-cawapres maupun tim sukses (Timses).
Partai Gerindra mengapresiasi sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kampanye untuk pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih fokus menguatkan partai guna menghadapi Pileg 2019 mendatang. Sementara untuk Pilpres, SBY baru turun kampanye pada Maret 2019.
PAN menghormati strategi Partai Demokrat dalam menghadapi kontestasi Pemilu serentak 2019 mendatang. Dimana, Ketua Umum Partai Demokrat SBY baru terjun kampanye Pilpres pada Maret 2019.
Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengingatkan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Hal itu terkait kegiatan kampanye untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.
Masa kampanye yang terbilang cukup panjang membuat pasangan kandidat capres-cawapres yang bertarung dalam Pilpres 2019 mulai terlihat kewalahan alias sempoyongan.
Masyarakat mulai jenuh dan bosan dengan kampanye dua kubu pasangan capres-cawapres yang berlaga dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Bahkan, Pilpres dianggap seperti pemilihan kepala desa (Pilkades).
Pelaksanaan Pemilu 2019 yang digelar secara serentak antara Pilpres dan Pileg, terpaksa membuat partai politik (Parpol) yang ada dalam koalisi harus menjadi kawan dan lawan.
Strategi kampanye Partai Demokrat dengan mensosialisasikan prestasi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tergolong cerdik, tetapi rawan mendapatkan serangan lawan.
Target kampanye dan edukasi gaya hidup sehat Yayasan Jantung Sehat kali ini akan menyasar generasi milenial.