WHO memutuskan untuk meneliti lebih lanjut secara langsung ke setiap Negara yang mengalami angka infeksi tertinggi, di mulai dari Negara asal dari Covid-19 Wuhan, China.
Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr.Siti Nadia Tarmizi dalam webinar `Vaksin Covid-19: Tak Kenal Maka Tak Kebal-Komorbid Bolehkah?` pada Kamis (14/1).
Selain para pekerja, perlu juga fokus membantu para mahasiswa Indonesia yang terdampak Covid-19.
Kalangan dewan meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melaporkan secara rinci penggunaan dana siap pakai (DSP) penangganan Covid-19 tahun 2020 lalu.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan program vaksinasi Covid-19 akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes).
Sosialisasi dan edukasi merupakan kunci sukses dalam program vaksinasi Covid-19. Sehingga pihak-pihak terkait harus melakukan kedua hal tersebut secara masif.
Pemerintah telah menargetkan sebanyak 181,5 juta orang akan disuntik vaksin Covid-19 selama 12 bulan ke depan.
Ketua DPR, Puan Maharani mengajak seluruh pemuka agama untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah.
Komunikasi dalam pelaksanaan program vaksin mesti diperbaiki agar lebih efektif.
Hingga virus Covid-19 ini lenyap dari bumi dan situasi terkendali, setiap orang termasuk yang sudah divaksin tetap wajib menjalankan protokol kesehatan.