Moskow dengan sangat terpaksa akan mulai mengembangkan rudal jarak pendek dan menengah yang beerbasis nuklir, jika Washington mulai mengembangkan senjata.
Tujuan sebenarnya Washington menjatuhkan batas pada dirinya sendiri dan mencari keuntungan militer dan strategis sepihak.
Pekan lalu, Lockheed-Martin, perusahaan AS yang mengawasi produksi F-35, mengatakan keterlibatan perusahaan-perusahaan Turki akan berakhir sepenuhnya pada Maret 2020.
Washington keluar dari perjanjian itu terjadi tak lama setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan perannya dalam meracuni mantan mata-mata di Inggris pada tahun 2018.
NATO juga menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian itu dan berjanji untuk menanggapinya dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab atas penyebaran rudal jelajah Moskow.
Trump juga mengancam akan menaikkan tarif lebih lanjut, jika Presiden China Xi Jinping gagal mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menyebut Rusia merupakan satu-satunya pihak yang patut disalahkan, atas keluarnya Amerika Serikat
AS resmi keluar dari Perjanjian Nuklir Jangka Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty atau INF), pada Jumat (2/8).
Tarif baru, yang menyasar berbagai barang konsumen mulai dari ponsel dan komputer laptop hingga mainan dan alas kaki, mulai diberlakukan mulai 1 September.
Pesawat kargo Progress MS-12 berhasil ditempatkan di orbit setelah diluncurkan dari Kazakhstan pada Rabu (31/7) waktu setempat.