KTT COP24 akan membahas berbagai masalah terkait iklim, seperti keputusan Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian Paris dan keluhan dari Brasil di bawah presiden pilih Jair Bolsonaro.
Negara-negara G20 menegaskan kembali bahwa “Perjanjian Paris” tidak dapat diubah dan harus diimplementasikan secara penuh.
Dilansir dari AFP, KTT Iklim PBB masih menekankan pemanasan global, dengan mendorong negara-negara kaya untuk menunaikan janji-janji yang mereka buat dalam perjanjian Paris 2015.
Hanya 19 dari kelompok tersebut setuju mendukung perjanjian Paris tentang iklim.
Pemerintah sudah sangat serius menjalankan sejumlah program terobosan yang mendorong peningkatan produktivitas pangan.
Demonstran memprotes kegagalan G20 mengatasi berbagai masalah, termasuk perubahan iklim, kemiskinan, dan kelaparan.
Dampak perubahan iklim tidak hanya pada ekonomi tetapi semua sektor kehidupan masyarakat dan kerusakan ekonomi bisa menjadi sangat besar.
Jika pengurangan emisi karbon tidak segera dilakukan secara drastis, maka setiap tahun akan ada ratusan miliar dolar yang terbuang sia-sia.
Konsentrasi CO2 (karbondioksida) di atmosfer sebesar 405,5 ppm (part per million), meningkat dari 403,3 ppm pada 2016 lalu, dan 400,1 ppm pada tahun sebelumnya.
Para pengunjuk rasa mengancam akan melakukan tindakan diperlukan untuk meningkatkan alarm tentang perubahan iklim.