Negara harus memastikan tingkat kelaparan dan angka stunting yang ada pada penduduk kita berkurang drastis. Karena ini akan sangat mempengaruhi pada kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia di masa datang.
Masalah stunting berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.
Pada tahun 2020 angka kemiskinan naik dan angka stunting pun mengalami kenaikan menjadi sekitar 30 persen
Setiap tahun bayi yang lahir di Indonesia sekitar 5 juta tetapi yang stunting mencapai 1,2 juta. Karena itu, kedepan BKKBN tidak hanya akan terpaku pada bayi yang sudah terlahir stunting.
Kemenag siap menurunkan 50 ribu Penyuluh Agama yang tersebar di seluruh Indonesia untuk bersinergi dengan Penyuluh KB dalam memberikan edukasi tentang stunting kepada masyarakat.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengajak mahasiswa turut membantu menyelesaikan penanganan stunting, melalui kebijakan Kampus Merdeka.
Beberapa negara memerlukan waktu 10 sampai 30 tahun untuk menurunkan stunting.
BKKBN akan banyak memberikan dukungan baik program maupun dukungan anggaran seperti DAK. Meski begitu, dia meminta agar pemerintah daerah juga menganggarkan dalam APBD.
BKKBN siap mengerahkan dukungan 13.734 tenaga PKB/PLKB dan 1 juta kader yang tersebar di seluruh desa.
Kalangan dewan menyoroti masih tingginya angka stunting alias kondisi gagal pertumbuhan pada anak di Indonesia.