Ketegangan memanas antara kedua negara setelah Washington mengerahkan pasukan militer ke Timur Tengah.
Pengumuman itu muncul sehari setelah Israel memperluas zona penangkapan ikan menjadi 15 mil laut dari 12 tempat yang dianggap sebagai bagian dari gencatan senjata antara rezim Tel Aviv dan gerakan perlawanan Hamas yang bermarkas di Gaza.
Murphy mengatakan Trump bisa saja menjadikan dalil ketegangan dengan Iran untuk membenarkan memasok lebih banyak senjata ke Arab Saudi.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan ketidaksetujuannya dengan implementasi perjanjian nuklir 2015.
Utusan AS di Baghdad mengatakan Washington telah membebaskan Baghdad dari beberapa sanksi anti-Iran.
AS berusah mengobarkan Iranophobia agar leluasa memeras susu negara-negara Arab di kawasan itu.
Rouhani menggarisbawahi bagaimana Washington secara teratur mengembalikan ancamannya terhadap Iran tak lama setelah mengeluarkannya.
Diplomasi tidak bisa dilakukan saat ini, di mana ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) sedang memuncak.
Pernyataan Kocijancic muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan cuitan di media sosial yang terkesan mengancam.
Trump bersedia terlibat dalam negosiasi dengan Iran, jika Negeri Para Mullah itu sudah siap di tengah tekanan sepihak Washington terhadap Teheran.