Kinerja para anggota parlemen di MPR, DPR serta DPD diacungi jempol Presiden RI Joko Widodo. Parlemen dipuji atas kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan penanganan pandemi Covid-19.
Menurut Menaker Ida, pandemi COVID-19 adalah masalah bersama bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh. Sehingga, penanganan dampak pandemi ini membutuhkan komitmen dan kerja sama semua pihak.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin menyoroti alokasi anggaran Kementerian Keuangan untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi mengalami peningkatan menjadi Rp744, 75 Triliun dari alokasi sebelumnya sekitar Rp699,43 Triliun.
Bamsoet menjelaskan, berdasarkan survei Charta Politika, tingkat penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19 baru mencapai 72,4 persen.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta anak muda tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Apalagi, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan terjadi peningkatan kasus kematian pasien usia produktif.
Karyoto mengatakan, situasi pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, membuat penanganan kasus rasuah ini terhambat.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19 sebagai kebijakan yang tidak ada dasar ilmiahnya.
Hal itu merespon pemerintah yang memutuskan untuk menghapus angka kematian untuk sementara waktu dalam indikator penanganan Covid-19 di Tanah Air.
Polisi menembakkan gas air mata, meriam air, dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat kediaman Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang menunjukkan kemarahan atas buruknya penanganan Covid-19.
Menjalankan arahan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang mendorong setiap kader PAN membantu penanganan COVID-19 di tanah air.