Pada Mei dan Juni, 65,8% zona musim kemarau mulai terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Untuk menghadapi dampak perubahan iklim tersebut, mereka telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan memberikan bantuan berupa pompa
BMKG menyatakan bahwa peralihan musim kemarau 2020 telah dimulai sejak Mei dan diprediksi akan mengalami puncaknya pada Agustus dan September 2020.
Salah satu solusi yang belum banyak diketahui masyarakat dalam mitigasi dampak perubahan iklim adalah peran komoditas tanaman buah dalam penyerapan karbon di udara.
Perlambatan ekonomi dan guncangan terkait iklim mendorong lebih banyak orang kelaparan, sementara makanan bergizi terlalu mahal bagi banyak orang.
Dengan adanya informasi prakiraan iklim yang akurat, maka kemungkinan terjadinya gagal panen dapat dihindari dengan cara menyesuaikan sistem budidaya atau manajemen pola tanam.
Perubahan iklim tidak lagi sebagai isu, tetapi telah menjadi kenyataan yang memerlukan tindakan nyata secara bersama pada tingkat global, regional maupun nasional.
keberadaan RUU Ciptaker itu nantinya bisa mengurai tumpang tindih kebijakan yang berdampak pada buruknya iklim investasi di Indonesia.
Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Syahrul Yasin Limp terus mendorong dan memacu jajaran di Kemenan, untuk lebih giat dan sigap dalam penerapan teknologi pada sektor pertanian.
BPTPH Lampung saat ini sedang membuat teknologi antisipasi dampak perubahan iklim.