Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam optimitis ekosistem reka cipta Indonesia dapat membantu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.
Pasalnya, dia menemukan banyak produk inovasi karya sekolah dan lembaga vokasi dengan technical readiness level (TRL) yang sudah mencapai skala 8, namun sepi pembeli.
Nizam berharap, para peserta yang belum lolos dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 tidak berkecil hati.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengakui ada banyak hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), di tengah pandemi Covid-19.
Jumeri mengatakan peserta didik yang dinyatakan positif Covid-19 di berbagai daerah justru terpapar dari lingkungan dan orang tuanya.
Gerakan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat gotong royong masyarakat, untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus penularan Covid-19.
Pemerintah mengakui penerapan pengurangan pajak (super deduction tax) untuk industri yang terlibat dalam pendidikan vokasi, masih dalam pengkajian lebih lanjut.
Wikan melanjutkan, apabila setiap kawasan industri memiliki satu SMK, maka setidaknya akan ada 98 SMK mitra industri yang tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengatakan, proses selanjutnya ialah penerbitan Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Islam, yang akan terbit dalam waktu dekat.
Kerja sama ini dilakukan guna mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19, dengan cara penyediaan layanan telekomunikasi dan paket data terjangkau di perguruan tinggi.