Belarus menjadi pos pementasan untuk pasukan, rudal, dan pesawat Rusia, baik sebelum dan setelah Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.
Inggris mengumumkan serangkaian sanksi baru yang berisi larangan terbang bagi seluruh pesawat Rusia, di wilayah udara Inggris.
NATO harus mengerahkan kembali pesawat tempur ke pangkalan mana pun di mana pesawat yang disumbangkan telah ditempatkan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengungkapkan bahwa Washington sedang melakukan kesepakatan dengan Polandia, untuk memasok Ukraina dengan jet di tengah invasi Rusia.
Pesawat militer China berulang kali terbang melalui zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.
Pesawat ini terbilang unik di dunia, dengan panjang 84 meter, dapat mengangkut hingga 250 ton kargo dengan kecepatan hingga 850 kilometer per jam.
Ketua Uni Eropa, Ursula von der Leyen, mengumumkan langkah-langkah terbaru pada Minggu (27/2) kemarin, mengirimkan senjata ke Ukraina, dan memukul sekutu Rusia Belarus dengan sanksi karena memfasilitasi invasi.
Sepertinya sejumlah negara di Eropa dilaporkan akan menutup wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat Rusia.
Langkah tersebut mengikuti penutupan serupa wilayah udara Inggris, Polandia, Bulgaria, Republik Ceko, dan Rumania terhadap pesawat Rusia.
Uni Emirat Arab (UEA) berencana membeli selusin pesawat L15 China, dalam rangka meningkatkan pertahanannya menyusul serangkaian serangan pemberontak Yaman.