Setelah melakukan komunikasi dengan pihak Filipina, pemerintah Indonesia mendapatkan identitas dari WNI yang berhasil dibebaskan tersebut.
Korban penyanderaan Abu Sayyaf itu bernama La Utu bin Raali dan La Hadi bin La Adi yang merupakan nelayan Indonesia asal Wakatobi.
Pihak berwenang meminta orang-orang di daerah terdekat untuk melindungi wajah mereka dengan topeng.
Meskipun pembunuhan terjadi di 27 negara, 80 persen di antaranya hanya ada di empat negara yakni Brasil, Kolombia, Meksiko dan Filipina.
Rombongan diketahui akan berangkat ke Filipina Utara untuk beribadah Natal di Gereja Our Lady if Manaoag, pada pagi harinya.
Ratusan kilometer ke arah timur, tentara dan para pekerja kedaruratan mengecek laporan-laporan tentang sebuah desa yang terkubur tanah.
Polisi melaporkan 12.000 orang meninggalkan rumah mereka untuk tempat yang lebih tinggi.