Sejumlah pasukan Israel melepaskan tembakan ke Jalur Gaza, dengan alasan menembaki tersangka pria bersenjata yang mendekati pagar keamanan.
Kesepakatan ini muncul usai pertemuan kedua pejabat militer tersebut di Beijing, pada Sabtu (17/8) kemarin
Laporan kemudian di media Israel menagatakan, Israel telah menembak dan menewaskan lima warga Palestina yang diduga berusaha menyeberang perbatasan dari Gaza ke wilayah-wilayah pendudukan.
Fasilitas minyak di Shaybah, yang memiliki cadangan minyak strategis terbesar di Arab Saudi dekat perbatasan Uni Emirat Arab (UEA), menjadi sasaran 10 pesawat tak berawak Yaman.
Militer Israel hanyalah alat dalam perang 2006 melawan Lebanon, karena kampanye militer sudah diatur Amerika Serikat (AS).
Pertemuan itu diatur perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook.
Israel bahkan tidak mampu mengamankan wilayah yang telah didudukinya.
Israel sedang berusaha mendapatkan persetujuan dari Donald Trump untuk aneksasi wilayah pendudukan menjelang 17 September.
Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang akan bertanggung jawab atas konsekuensi perang tersebut.
Polisi menembakkan granat suara ketika protes Palestina di kompleks masjid sangat sensitif, juga disebut Haram Al Sharif.