Langkah itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada penurunan kualitas.
KPK juga mendalami soal proses lelang proyek tersebut.
Proyek itu dibangun menggunakan anggaran Kementerian PUPR.
Hal itu didalami penyidik lewat 12 orang saksi pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Hal itu didalami penyidik lewat dua saksi pada Senin, 22 Juli 2024.
Kasus ini ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp19 miliar.
Pengecekan fisik ini dilakukan KPK sebagai tindak lanjut KPK mengusut kasus korupsi.
KPK pun telah menetapkan dua tersangka dalam perkara ini
Para tersangka terdiri dari seorang penyelenggara negara dan seorang pegawai BUMN.
Taiwan Masih Mencari 18 Warga yang Hilang setelah Gempa