Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut banyak pemimpin di Indonesia hanya pandai bicara akting. Namun, tidak menyentuh kepada inti masalah yang sedang dihadapi masyarakat.
Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah (Jateng), sejumlah aspirasi kepedulian untuk memilih calon pemimpin terus bergulir dari elemen masyarakat.
Mayoritas warga Jawa Tengah (Jateng) meyakini calon gubernur (Cagub) petahana Ganjar Pranowo terlibat dalam kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto.
Meski dihujani kritikan pedas, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini elektabilitas Presiden Jokowi jelang pelaksanaan Pilpres 2019 tidak akan terganggu.
Khusus untuk Cak Imin, mantan presiden ke-4 ini tak lupa memberi sentilan sekaligus guyonan.
Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur kedatangan dua ketua umum partai politik (parpol)
Dugaan keterlibatan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dalam skandal korupsi pengadaan e-KTP di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggerus elektabilitas calon petahana itu dalam menghadapi Pilkada 2018.
Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, di Istana Batu Tulis, Bogor, Selasa (12/6) malam.
Partai Gerindra memastikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih setia untuk menjalin koalisi dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Apa alasannya?
Partai Gerindra memastikan tidak akan mengusung mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden (Capres) pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.